Dear diary…, itulah kata pembuka yang paling sering kita kenal dari orang-orang yang menulis dalam buku harian. Apakah kamu salah satu orang yang gemar menulis di buku harian?
Katanya orang yang terbiasa menulis buku harian memiliki beberapa keuntungan, seperti menjadi orang yang mudah mengutarakan suatu maksud, menjadi lebih jelas dan terinci, serta memiliki perbendaharaan kata yang banyak.
Namun apakah itu benar atau tidak, entahlah. Aku sendiri tidak begitu mengetahuinya. Walau aku punya buku harian bahkan sejak kelas 4 sekolah dasar. Namun aku tak pernah menulis dalam buku harian kisahku sehari-hari, melainkan hanya beberapa corat-coret yang tidak bermakna. Mungkin itu sebabnya kini aku tidak banyak memiliki kenangan akan masa lalu, sebagian besar masa laluku tidak bisa kuingat kembali.
Belakangan ini karena aku senang menulis blog, aku pun punya banyak bertebaran di berbagai tempat. Aku berpikir sudah saatnya dirapikan tulisan yang tersebar.
Terpilih-lah sebuah tiga buah blog yang menganggur untuk digabung menjadi satu. Aku memilih lokasi di wordpress.com sebagai tempat untuk hosting gabungan blog ini. Memilih desain yang minimalis, dan bisa menangkap terbitan harian, maka desain koran adalah yang terbaik. Karena bisa dijajar dalam tiga kolom, dengan baris yang bisa dipendekan menggunakan sistem excerpt (petikan) yang didukung oleh wordpress dan sistem publikasi XML-RPC seperti Windows Live Writer sehingga panjang posting di halaman muka tetap terjaga pendek dan tinggal klik “read more” jika ingin membaca semua isinya.
Pemilihan wordpress juga karena memudahkan bagi pembaca untuk mengaksesnya. Ha ha, saya sudah banyak terima masukan tentang domain blogspot ini yang sangat tidak ramah jika diakses oleh pengguna internet putar nomor (dial-up).
Akhirnya jadilah celotehan buku harian yang tidak bermakna itu. Silakan tengok di diary.legawa.com.
Quote of the day:
I'm too shy to express my sexual needs except over the phone to people I don't know. - Garry Shandling

(Rilis berita lengkap bisa dilihat di 



